Genose mendeteksi covid

Welcome

Karena ada beberapa kasus hasil tes yang palsu, atau ternyata memakai jasa calo. Profesor Kuwat menambahkan, GeNose bisa membantu penanganan corona melalui screening yang cepat. Alat ini bisa dipakai 6 jam, dan mengetesnya hanya dengan embusan nafas. Dalam artian, metodenya lebih halus, beda dengan tes swab yang memasukkan alat ke dalam hidung.

Alat baru untuk deteksi covid

Alatnya hanya seharga Rp62 juta dan harga per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp20 ribu. Jika pemakaian lebih banyak tentunya costnya akan semakin turun dan nantinya alat ini akan terus dikembangkan sehingga mempunya akurasi yang akan lebih tajam. Dan tentunya kita harus bangga karena ini buatan Indonesia,” jelas Menko Luhut. GeNose sendiri memiliki fungsi utama untuk membantu deteksi dini kondisi seseorang dan meningkatkan pendataan secara cepat terkait penyebaran Covid-19.

Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Dian mengatakan, VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Produksibatchpertama sebanyak one hundred unit, merupakan hasil pendaanaan dari Badan Intelijen Negara dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN).

Sehingga ketika ada yang terdeteksi positif corona, akan lekas dilarikan ke RS atau disuruh isolasi mandiri. Banyak orang yang sembuh dari virus covid-19 dan tak ada lagi penularannya, sehingga pandemi cepat berakhir. Selain tes fast dan swab, saat ini ada alternatif lain, yakni tes GeNose. Alat deteksi corona terbaru ini merupakan KONG4D hasil penelitian dari tim ahli Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Profesor Kuwat Triyana, Ketua Tim Pengembang GeNose menyatakan bahwa alat ini sudah punya izin edar dari Kementrian Kesehatan, sehingga siap untuk diproduksi secara massal. Kita terus berusaha agar tidak ada lagi yang tertular, agar masa yang menyedihkan ini lekas berakhir.

Virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkanvolatile natural compoundsatau senyawa organik mudah menguap yang khas. “Jadi kami sudah berkoordinasi dengan Kemenkes, Gugus Tugas akan memberikan izin untuk menggunakan. Bertahap, setelah itu pesawat terbang, karena kereta api dulu ini tarifnya rendah, jadi kalau antigen lebih mahal dari tarifnya kasian kan teman-teman,” ujar Budi. Kuwat menegaskan setelah mendapatkan izin edar GeNose C19 akan segera diproduksi massal. Sementara itu, pada tahap ini tidak memungkinkan pengadaan GeNose C19 untuk keperluan pribadi.

Dengan adanya alat i-nose c-19 yang mudah digunakan serta memiliki tingkat akurasi sebesar ninety persen, akhirnya Rizki memutuskan untuk menggunakannya sebagai alat skrining panitia ILITS. Ryan mengungkapkan, i-nose c-19 merupakan hasil penelitian selama empat tahun yang kemudian dioptimalkan dengan menyesuaikan virus Covid-19 sejak Maret 2019. ”Ke depannya ditingkatkan lagi information samplingnya untuk izin edar dan dapat dikomersialkan ke masyarakat,” ujar dosen teknik informatika ITS itu. “Dengan a hundred unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau totalnya 12 ribu orang sehari.