Genose mendeteksi covid

Top! Belanda Kembang Alat Tes Covid

Dilansir dari laman resmi UGM, alat ini disebutkan bekerja dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound . VOC akan terbentuk pada tubuh orang-orang yang terinfeksi Covid-19 dan bisa dikeluarkan melalui embusan napas. “Jadi bila deteksinya negatif atau sebaliknya mereka pun bisa melakukan tes ulang dengan GeNose lagi atau pun dengan rapid take a look at atau PCR untuk memastikannya,” ungkapnya. Dia menambahkan, hasil tes dengan alat GeNose ini hanya berlaku selama 1×24 jam, sehingga tidak bisa dipakai untuk keperluan lainnya. “Tentunya kami bersyukur mendapat bantuan alat GeNose C19 dari pemerintah pusat, karena hal ini bisa membantu deteksi dini Covid-19 kepada pelaku perjalanan,” kata Kepala Terminal Induk Rajabasa Herri Indarto, di Bandarlampung, Jumat (16/4).

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 salah satunya adalah dengan mengadakan tes Genose bagi karyawan yang bekerja dari kantor. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa tenang dan aman kepada karyawan saat bekerja bahwa dirinya dan sekitarnya dalam kondisi sehat, tidak terindikasi virus COVID 19. Sementara itu, Ketua Satkor COVID-19 PP RMI PBNU H. Ulun Nuha mengungkapkan, layanan ini merupakan salah satu bentuk kewaspadaan agar kita tidak lengah untuk terus menjaga diri dari penularan virus ini. Sebab, berkaca dari kasus yang terjadi di beberapa daerah, sedikit kelengahan akan berdampak pada peningkatan kasus yang sangat tinggi . Ia juga mengatakan bahwa dalam melaksanakan tes GeNose tersebut akan dilakukan penjagaan yang ketat agar tidak keluar dari prosedur yang telah ditetapkan. Standar yang terjaga serta pelayanan yang baik akan dilakukan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Nantinya, satu unit GeNose dibandrol dengan harga Rp62 juta dengan harga kantong udara seharga Rp15 ribu per unit untuk sekali pakai. “Dengan one hundred unit batch pertama, kami berharap dapat melakukan a hundred and twenty tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari,” kata Kuwat. Durasi tiga menit termasuk pengambilan napas itu disampaikan Kuwat setelah GeNose mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI.

GeNose juga berbasis kecerdasan artifisial sehingga kemampuannya semakin maksimal ketika sering digunakan. GeNose diklaim memiliki kemampuan mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat. Tidak kurang dari 2 menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif COVID-19.

Tidak mengherankan, jika GeNose bisa melakukan deteksi dalam waktu dua menit saja. Bambang menjelaskan, GeNose memiliki tingkat akurasi 93–95 persen dengan sensitivitas 89–92 persen dan spesivitas 95–96 persen. Alat itu mampu mendeteksi seseorang yang baru terpapar Covid-19 dalam waktu dua hari terakhir.

Masyarakat bisa menggunakan alat deteksi Covid-19 buatan peneliti UGM itu mulai 5 Februari 2021. Untuk mendeteksi keberadaan virus corona yang ada pada tubuh seseorang, pasien tersebut perlu menghembuskan napas menggunakan alat ini. GeNose menjadi harapan dalam pelaksanaan tracing dan tracking Covid-19 di Indonesia, di samping penggunaan rapid take a look at dan PCR. Alat ini bahkan sudah diuji coba di fasilitas umum, seperti stasiun kereta api.

Pernyataan Wiku tersebut merespon penggunaan Genose sebagai alat screening untuk syarat perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh per 26 Januari hingga 8 Februari. Saat ini, GeNose sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan, sehingga alat ini sudah mulai bisa mendapatkan pengakuan regulator. Alat ini nantinya akan digunakan sebagai metode untuk skrining cepat, dan bukan untuk alat prognosis Daftar Slot Terpercaya . Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah dengan meningkatkan jumlah tes. Semakin banyak orang yang menjalani tes, maka deteksi dan pemetaan penyakit bisa cepat dilakukan.

Deteksi covid Genose

Namun begitu, Herri menerangkan, yang menjadi kendala dalam penggunaan alat GeNose ini yakni kantong udara yang digunakan untuk pengecekan saat ini hanya diberi 300 buah. “Sekali lagi ini untuk deteksi dini Covid-19. Jadi nanti sebelum diperiksa pelaku perjalanan akan diminta puasa dahulu 30 menit sebelum dilakukan tes dengan GeNose,” terangnya seperti dilansir dari Antara. Adapun 9 rumah sakit yang menyatakan bersedia untuk ikut dalam uji diagnostik ini meliputi RSUP Dr Sardjito, RSPAU Hardjolukito, RS Bhayangkara, RSLKC Bambanglipuro, RSA UGM, RST Soetarto.

Pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, ketimbang menggunakan metode usap atau swab. Dirangkum dari laman resmi UGM, salah satu anggota Tim Pengembang GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, mengungkapkan, alat tersebut mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound . Adapun untuk tes dengan tingkat akurasi yang tepat, tetap sesuai anjuran WHO. GeNose tidak dapat menggantikan peran tes PCR, tes fast antibodi, dan tes fast antigen.

Adapun strategi yang dilakukan ialah dengan penyesuaian terkait persyaratan penumpang KA Jarak Jauh setelah berakhirnya masa peniadaan mudik Lebaran 2021. Di antaranya dengan memperpanjang masa berlaku surat hasil negatif tes Covid-19 baik Rapid Antigen ataupun RT-PCR menjadi maksimal 3×24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA. Dalam menyikapi lonjakan pengguna, KAI terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.