Genose mendeteksi covid

Merpati Putih

Termasuk didistribusikan kepada BNPB sebagai Satgas Penanganan COVID-19 yang dapat bergerak mendekati orang yang diduga terinfeksi virus corona. Kuwat mengatakan, setelah mendapatkan izin edar, pihaknya bisa segera memproduksi massal GeNose C19. Jika mampu diproduksi 1.000 unit, pihaknya berharap bisa melakukan tes sebanyak 120 ribu orang sehari. Tim peneliti Universitas Gadjah Mada mengembangkan alat deteksi penyakit Covid-19 melalui embusan napas. Alat yang dinamai GeNose itu diklaim mampu mendeteksi infeksi Covid-19 dalam hitungan menit. Menurut Kuwat, setelah izin edar diperoleh, tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh Badan Intelijen Negara dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Selain itu, cara mendeteksinya pun cukup praktis yakni hanya dengan menghembuskan nafas. Hasil produksi massal pertama GeNose C19 berjumlah a hundred unit dan pada tahap awal, diharapkan bisa digunakan untuk memeriksa 120 orang per alat atau total 12 ribu orang per hari. Saat ini, tes Covid-19 menggunakan GeNose telah diberlakukan di beberapa stasiun dan bandara.

Butuh keahlian khusus untuk membaca hasil USG, terutama oleh dokter spesialis kandungan atau dokter spesialis radiologi. USG atau Ultrasonografi merupakan suatu alat penunjang diagnostik di bidang kedokteran sebagai sarana pencitraan untuk mendiagnosa suatu penyakit. USG mentrasnfer energi dari daya output mesin ke lapisan-lapisan tubuh yang diperiksa.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahap awal, GeNose digunakan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu. Dengan digawangi tenaga yang terampil, Budi menyatakan bahwa pengecekan GeNose di stasiun dapat mencapai 2 ribu orang dalam satu jam. Ia menjelaskan, waktu pemeriksaan yang dibutuhkan alat ini terbilang cepat. Saat ia mencoba sendiri, pemeriksaan hanya membutuhkan waktu di bawah three menit.

Dengan biaya tes yang cukup terjangkau yaitu sekitar Rp15.000 – Rp25.000 meskipun tentunya harga tersebut masih bisa berubah tergantung biaya tambahan lainnya. Perkembangan GeNose ini yang ternyata sudah diteliti oleh UGM sejak tahun 2008 silam. Kemudian pada tahun 2015 – sudah juga dilakukan uji coba pembuatan alat deteksi yang berbasiskan GeNose ini untuk deteksi TBC. Metode ini dapat dijadikan alternatif pengujian virus Covid -19 yang umumnya menggunakan metode RT-PCR . GeNose sendiri mendeteksi udara yang dihembuskan pasien Covid-19 ke dalam kantung khusus.

Gastrohepatology Layanan klinis kelas satu dan konsultasi medis dalam masalah saluran pencernaan. Oncology Center Layanan kesehatan untuk pencegahan, diagnosa, pengobatan, dan perawatan berkelanjutan setelah kanker. Orthopedic Center Layanan kesehatan mulai dari diagnosa, terapi, dan dan bedah ortopedi.

Sebagai informasi, GeNose, alat pendeteksi virus corona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada baru-baru ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Rapid test antigen lebih dulu digunakan secara luas di Indonesia sebagai alat deteksi virus Covid-19. Bandara-bandara di Indonesia lebih dulu menggunakan rapid Judi Online take a look at antigen untuk mendeteksi calon penumpang pesawat terbang. Dosen Prodi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM ini mengatakan meski teknologi bisa mendeteksi tingkat akurasi covid-19 namun tidak semua rumah sakit memiliki teknologi ini.

Alat deteksi Covid murah

Tak perlu khawatir, jika biasanya tes Covid-19 dibutuhkan biaya ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tes Covid-19 dengan GeNose hanya butuh biaya Rp20 ribu. Selain itu, hal ini juga memperlihatkan berjalannya kemitraan dan kerjasama strategis antara universitas, pemerintah, industri dan masyarakat. Harapan ini dapat diwujudkan, kata Kuwat, bila distribusi genose C19 dilakukan tepat sasaran. Contohnya, di bandara, stasiun kereta, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit atau unit BNPB mobile saat mendekati suspect Covid-19. Penggunaan GeNose sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh selain rapid test antigen dan PCR tercantum dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021. Budi mengungkapkan, GeNose akan menambah opsi bagi masyarakat untuk mengecek kesehatan selain rapid check antigen dan PCR.