Genose mendeteksi covid

Kelemahan Screening Covid

Ahmad mengatakan masih ada yang perlu disoroti dari inovasi alat deteksi Covid-19 tersebut, yakni soal timeline. Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar eighty detik. “Dengan a hundred unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari.

Ketua Tim Peneliti alat ini, Prof Kuwat Triyono, menyebut izin edar membuka pintu untuk produksi massal. Selama proses penelitian, tim sudah memproduksi a hundred unit GeNose C19 batch pertama, yang akan segera diserahkan kepada Badan Intelejen Negara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional ). Namun demikian, GeNose C19 merupakan karya anak bangsa yang menjanjikan dan mampu menjawab tantangan pandemi yang belum terkendali. Meskipun mampu mendeteksi individu yang positif Covid-19 dengan akurasi ninety two persen, GeNose C19 masih memiliki kekurangan dalam hal mendeteksi individu yang negatif Covid-19.

“Untuk melakukan pemeriksaan GeNose C19, calon penumpang harus dalam kondisi sehat, telah memiliki tiket, serta dilarang merokok, makan, minum , selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi Judi Online anak bangsa dan menekan biaya penumpang transportasi, Kementerian Perhubungan pun mewajibkan moda kereta api memasang GeNose mulai 5 Februari 2021. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan jika moda kereta api wajib memasang alat deteksi Virus Corona Covid-19 GeNose mulai 5 Februari 2021.

Kelebihan dari GeNose adalah non-invasif atau hanya membutuhkan sampel napas dan tingkat akurasinya lebih dari 90%. Hasilnya juga keluar dengan waktu yang relatif cepat, hanya membutuhkan waktu 2,5 menit dan tidak lebih dari 5 menit. “Nafas orang diambil diindera melalui sensor-sensor dan kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan Artificial Intelligence untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan,” tulis laman UGM, Minggu (13/9).

“Jadi setiap kali mau dipakai harus cek evaluation environment, nanti GeNose akan melihat dan mengevaluasi rata-rata saturasi partikelnya,” ujar Dian. JAKARTA – Peneliti GeNose, Dian K Nurputra, mengungkap bahwa alat tes skrining COVID-19 besutan Universitas Gadjah Mada ini tidak bisa digunakan di sembarangan tempat. “ GeNose C19 sudah diuji validasinya dengan 2 ribu sampel dan akurasinya sudah 90 persen. Dikutip dari keterangan tertulis KAI, Rabu 3 Februari 2021, Budi Karya mengatakan deteksi Covid-19 tidak sesakit pemeriksaan menggunakan alat lainnya. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, membeberkan kelebihan alat deteksi COVID-19 selain pemeriksaannta yang cepat.

Dengan adanya penetapan screening “Genose”, waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan bepergian dengan moda kereta api makin singkat dan easy. Perlindunganmu terhadap virus corona menjadi lebih lengkap dengan asuransi jiwa. Belum adanya obat paten COVID-19, kematian adalah risiko terbesar dari pandemi virus corona. Dipatok tarif sekitar Rp 20 ribu setiap pemeriksaan, GeNose diklaim memiliki tingkat akurasi di atas 90 persen. Menurut pihak Universitas Gadjah Mada, alat ini sudah melalui proses pengujian dimana tingkat akurasinya diklaim mencapai 97%. Bila dibandingkan dengan jenis tes Covid-19 lainnya, biaya yang dikeluarkan untuk tes dengan GeNose ini terbilang murah, yaitu 15 sampai 25 ribu rupiah saja.

Satgas COVID-19 memperbolehkan penggunaan GeNose check untuk penumpang kereta api jarak jauh. Jenis tes COVID-19 yang satu ini dilakukan dengan mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Maka tes COVID-19 swab antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Faktanya, sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya.

Kelemahan genose sebagai deteksi covid

Di Indonesia, GeNose telah mengantongi izin edar dan izin pakai dari Kemenkes RI. GeNose C19 merupakan alat inovasi Universitas Gadjah Mada yang terbaru dalam screening Covid-19. Alat ini memiliki cara kerja yang ringkas dan cepat dalam mendeteksi Covid-19.

Menhub menjelaskan, berdasarkan keterangan tim penemu dari UGM, alat GeNose tidak tiba-tiba diterapkan tetapi sudah melalui proses riset yang cukup lama sebelum bisa digunakan untuk publik. Jika Anda mengalami gejala COVID-19, seperti tidak bisa mencium bau, pilek dan batuk, hingga demam, segera lakukan tes COVID-19. Kini kamu bisa mendapatkan layanan tes COVID-19 dengan mudah melalui Traveloka Xperience. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, untuk tahap awal KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta. Bernard juga berharap kehadiran GeNose bisa menambah kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan bus umum dalam bertransportasi yang aman dan higienis.