Genose mendeteksi covid

Genose Disebut Kurang Ampuh Deteksi Covid

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto minta Menristek Bambang Brodjonegoro, aktif melakukan sosialisasi untuk mengantisipasi adanya keraguan public terhadap efektivitas GeNose, alat pendeteksi Covid-19. Masdalina juga menyebut GeNose juga belum mendapatkan penilaian yang disepakati para ahli. Meski demikian, alat ini diklaim memiliki tingkat sensitivitas ninety two persen dan tingkat spesifisitas sekitar 95 persen.

Oleh karena itu, mendiagnosis penyakit COVID-19 sebenarnya tidak cukup mengandalkan tes GeNose C19. Sampai saat ini, hasil tes PCR dan pemeriksaan dari dokterlah yang masih menjadi standar untuk mendiagnosa COVID-19, sementara pemeriksaan lainnya hanya digunakan untuk skrining. GeNose membutuhkan waktu sekitar 2−3 menit untuk mendeteksi ada tidaknya VOC yang bisa menandakan COVID-19. Satu unit alat GeNose diperkirakan mampu melakukan sekitar one hundred twenty kali pemeriksaan per harinya.

Terlepas dari itu, Belanda sendiri mempunyai alat deteksi Covid-19 serupa dengan GeNose, namanya SpiroNose. GeNose akan digunakan di sejumlah moda transportasi usai memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan. Selain karena efektivitas alat, GeNose UGM ini pun bisa menjadi pilihan masyarakat untuk skrining Covid-19. Alat deteksi virus Corona atau Covid-19 lewat hembusan napas yang dikembangkan UGM akan diluncurkan pada Februari. Ambang batas siklus amplifkasi ini ditentukan oleh produsen alat uji PCR itu sendiri, bukan laboratorium tempat pengujian. Tiap-tiap alat uji PCR itu sendiri telah lebih dahulu melewati proses pemeriksaan pada otoritas kesehatan setempat, misalnya FDA di Amerika Serikat dan BPOM di Indonesia.

“Masing-masing aplikasi memiliki cara deteksi yang berbeda. PCR kan di ambil sampelnya lewat lendir dari hidung maupun tenggorokan sementara genose melalui nafas yang di masukkan ke dalam kantung khusus,” ujarnya. Danny Pomanto menjelaskan bahwa dua teknologi yang digunakan itu sama-sama memiliki cara deteksi yang berbeda dengan tingkat efektivitas yang cukup tinggi. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro, mengungkap rencana pemerintah untuk memperluas dan mempercepat penelusuran virus Corona. Ia menyinggung sedang dilakukan penelitian untuk mengganti swab PCR dengan tes saliva. Lebih lanjut dikatakan Panut Mulyono, sebelum diproduksi secara masal, GeNose C19 sudah melewati uji coba terlebih dahulu dengan melibatkan eighty three orang.

Efektivitas deteksi covid dari Genose

Hasilnya dapat diperoleh sekitar 13 menit dan tesnya dapat dilakukan dengan mudah oleh tenaga nonahli. Pengambilan sampel tes ini dapat dilakukan dengan swab melalui hidung, tenggorokan, bagian tenggorokan di belakang hidung, hingga air liur. Sebagian besar dari jenis tes ini dilakukan dengan metode polymerase chain response yang dikenal sebagai tes PCR. Tes jenis ini amat akurat dan biasanya dilakukan di laboratorium yang tersertifikasi serta memerlukan tenaga ahli laboratorium. Jenis tes ini hanya bertujuan untuk memeriksa keberadaan virus Covid-19 di dalam tubuh.

Ekonom Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mempertanyakan aspek keadilan ekonomi rencana pajaki sembako, pendidikan, dan kesehatan. Lebih lanjut Nadia menjelaskan efektivitas inokulasi terhadap virus masih ada di level yang bisa diterima. Slamet menjelaskan kegiatan WGS ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan surveilans genom virus SARS-COV-2 yang telah dilakukan sejak virus ini masuk ke Indonesia. “Data hasil pemeriksaan genom ini diunggah ke repository Global Initiative on Sharing All Influenza Data ,” ujarnya. Menurutnya, saat hasil reaktif diperoleh lewat alat itu, tak selalu harus diulang. “Untuk hal-hal yang berbau sensitif berpotensi mengganggu sinyal deteksi alat ini, bisa-bisa malah dianggap positif ,” ujarnya.

Bisnis.com, JAKARTA – Pernyataan Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito terkait GeNose ampuh untuk mendeteksi Covid-19 dibantah langsung Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman. “Kalau GeNose itu syaratnya tidak boleh merokok, makan dan minum yang menyengat, jadi ini bukan untuk screening awal, tapi untuk penelitian dalam kondisi tertentu,” kata Hermawan. Selain digunakan pada fasilitas transportasi, ke depannya GeNose juga bakal dipasang di fasilitas umum lain, seperti resort, pusat perbelanjaan, bahkan sampai di tingkat Rukun Tetangga .

Walau demikian, standar utama world untuk mengambil sampel tetap lewat hidung atau tenggorokan. Negeri Tiongkok menggunakan tes anal untuk lebih meyakinkan diagnosis positif atau negatif Covid-19. Dari sejumlah laporan, orang memerlukan tes anal terutama karena menunjukkan gejala Covid-19, tapi hasil tes swab dari hidung/tenggorokan negatif. Juga ketika orang itu termasuk kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Namun hasil positif tes usap anal tidak selalu menandakan orang yang dites bisa menyebarkan penyakit lantaran jejak virus yang tidak aktif tak mampu bereplikasi atau menginfeksi orang lain.

Tapi Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia , Zubairi Djoerban menolak untuk mengomentari penggunaan GeNose di turnamen pramusim Piala Menpora 2021, sebelum ada bukti ilmiah tentang efektivitas alat tes COVID-19 buatan UGM itu. GeNose alat deteksi virus Corona atau Covid-19 lewat hembusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada . Tes antibodi mencari keberadaan antibodi yang terbentuk sebagai respons sistem imun tubuh terhadap masuknya patogen, bukan virus itu sendiri. Antibodi tersebut hanya terbentuk ketika tubuh telah terjangkiti suatu penyakit, dalam hal ini Covid-19. Tes ini dikenal publik sebagai tes fast KONG4D antibodi dan pengujiannya dilakukan melalui sampel darah, baik dari tetes darah jari tangan maupun suntikan.