Genose mendeteksi covid

Four Fakta Menarik Genose, Alat Tes Covid

Namun ditegaskan, fungsi alat ini adalah untuk screening dan tidak mendeteksi virus secara langsung. Sayangnya alat yang digunakan dalam metode RT-PCR bernama thermocycler harganya bisa mencapai ratusan juta. Karena harganya mahal maka tidak semua alat atau rumah sakit mempunyai alat ini dalam metode pengujian PCR. Selain itu, tes menggunakan alat GeNose juga bisa digunakan sebagai skrining atau pemeriksaan awal untuk mendeteksi virus Corona.

Dari aspek teknis penelitian, Ahmad mempertanyakan desain uji klinik yang digunakan dan pelaksanaannya. tirto.id – Kementerian Kesehatan mengeluarkan Emergency Use Authorization atau Izin Edar Darurat untuk Genose C19, perangkat diagnosis COVID-19. Meski akurasi dari alat baru ini diklaim mencapai ninety seven persen, ada catatan penting yang mengiringi pemasaran dan penggunaannya. Alat tes PCR AriaDNA dilengkapi dengan primer dan probe Covid-19 sehingga mudah digunakan, mengurangi potensi kesalahan pengguna dan meningkatkan keandalan hasil pengujian. Unrau, bersama dengan kandidat PhD Razvan Cojocaru dan mahasiswa Master Iqra Yaseen, pertama kali mengevaluasi sensitivitas tes pada AriaDNA di laboratorium.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan alat GeNose ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan . Meski demikian penggunaan GeNose tidak serta merta menggantikan tes Rapid dan Antigen. Nantinya hasil dari GeNose sendiri menjadi pelengkap kedua tes yang lebih dulu diterapkan tersebut. Asep mengatakan, pemeriksaan sampel varian baru Covid-19 di Bapelkes, sepenuhnya menjadi tugas dan pokok dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, ITS selama ini telah banyak berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan perangkat lunak berbasis kecerdasaran buatan. ”Tentunya kami sangat bersyukur dan siap bersinergi dalam mendukung pengembangan inovasi i-nose c-19 ini,” tutur Emil.

Alat baru untuk deteksi covid

Isa menuturkan metode pada RDT micro-chip berbeda dengan RDT IgG IgM yang juga sedang dikembangkan oleh TFRIC19 untuk deteksi Covid-19. Selain itu, tes molekuler isotermal juga mudah diakses dan dapat diterapkan sebagai penggunaanpoint of care take a look at. Teknologi yang digunakan dalam tes molekuler isotermal dengan alat KONG4D dari Abbott ID NOW ini berasal dari Amerika Serikat dan telah tersertifikasi oleh FDA, EUA, CLIA Waived, dan CE Eropa. Tes molekuler bekerja dengan cara mendeteksi bagian dalam atau materi genetik dari virus. Dengan begitu, hasil dari pemeriksaan tes molekuler akan lebih tepat untuk menentukan apakah individu terinfeksi virus atau tidak.

Untuk uji klinis pertama GeNose telah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta. Dia pun mengungkapkan kalau GeNose ini bisa bekerja mendekati uji swab dengan polymerase chain reaction . Maka dari itu, pihaknya akan terus mendorong untuk uji klinis lanjutan.

Dari pengujian itu, diketahui tingkat akurasi GeNose mencapai ninety seven persen. Tes corona saliva dengan Innolamp diklaim memiliki akurasi yang sama relatif mirip dengan RT-PCR. Yakni dengan performa sensitivitas sebesar 94% dan spesifisitas sebesar 98%. Agar hasilnya lebih akurat, pengguna disarankan berpuasa 30 menit sebelum melakukan tes.

Hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam, sebelum keberangkatan. Meskipun demikian, Menhub menegaskan agar pengecekan kesehatan harus dilakukan dengan teliti di simpul-simpul transportasi seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan. Tanpa dilengkapi publikasi ilmiah, banyak pertanyaan yang menggantung dari alat tersebut.

Kendati jumlahnya masih terbatas, tim pengembang berharap, GeNose C19 bisa memberikan dampak maksimal. Merdeka.com – Alat pendeteksi Covid-19 ciptaan para ahli Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, GeNose C19 resmi mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan Ketua tim pengembang GeNose, Prof. Kuwat Triyana, izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada Kamis (24/12). Satgas Covid-19 meresmikan bahwa bagi siapapun yang ingin melakukan perjalanan dalam negeri, menyertakan hasil tes Covid-19 yang menggunakan alat GeNose bisa jadi alternatif selain RT-PCR dan rapid antigen. Data yang diperoleh dari embusan napas, diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga muncul hasil.

Dengan alat yang sangat sederhana, cukup menggunakan inkubator, water tub atau heat block. Sistem yang dikembangkan terdiri dari alat EWS yang tersusun dari sejumlah komponen seperti detektor perubahan stage air tanah dan fuel radon, pengkondisi sinyal, kontroler, penyimpan data, sumber daya listrik. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain. Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.