Genose mendeteksi covid

Dua Alat Deteksi Covid

Mereka terinspirasi dari para ilmuan Jepang yang sudah lama menggunakan teknologi LAMP pada tahun 2000 untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksius seperti MERS-1, malaria, dan TBC. Tes Covid-19 berbasis saliva ini, kata Djohan juga sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan sudah bisa digunakan per hari ini, Jumat, 19 Maret. “Kita akan kerja sama dengan laboratorium lain. Kita akan suplai. Kita beri pelatihan untuk lab yang berminat. Harapan kami tes ini tersedia cukup luas,” ujar dia. Kelebihan tes ini dibanding dengan tes RT-PCR adalah hasil yang didapat bisa lebih cepat, tidak lebih dari 24 jam dan tidak perlu menunggu banyak sampel baru diproses di laboratorium. Sehingga tidak perlu menggunakan tenaga ahli untuk mengambil sampel seperti take a look Slot Online Terbaik at dengan RT-PCR. Genose merupakan salah satu metode alternatif yang terjangkau, namun akurasinya masih di bawah dari tes swab PCR dan seperti halnya tes swab antigen, hasil pemeriksaan tes ini tidak bisa dijadikan patokan analysis Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan dengan pengambilan sampel air ludah langsung dari bukaan kelenjar ludah milik 31 pasien terkonfirmasi positif. Hasil pemeriksaan air ludah hanya menunjukkan four sampel positif dari 31 sampel terkonfirmasi positif SARS CoV-2 . Tes covid dengan sampel air liur sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI sebagai salah satu alat pendeteksi Covid-19. Metode ini dinilai bisa menjadi cara yang lebih sederhana dan murah dibandingkan swab PCR dan memiliki akurasi lebih baik dari tes swab antigen.

Namun, pengambilan sampel usap nasofaring memiliki tingkat kesulitan teknis tersendiri, membutuhkan tenaga kesehatan profesional, dan dapat menimbulkan risiko pembentukan aerosol. Selain itu, proses pengujiannya pun memakan waktu yang lama karena RNA dari hasil sampel harus diubah menjadi DNA terlebih dahulu. Baik itu tes menggunakan sampel air liur hingga hembusan napas, pemeriksaan perlu dilakukan agar orang yang terdeteksi terpapar virus corona bisa langsung mengisolasi dirinya sehingga virus tidak keburu menyebar, terutama pada kasus-kasus tanpa gejala. Selain itu, tes ini dapat mengurangi resiko penularan pada saat pengambilan sampel karena pasien cukup meludah ke kontainer yang disediakan dan stabil pada suhu ruang.

Ini membuatnya berpotensi berguna di daerah pedesaan atau pusat kesehatan masyarakat. “Beberapa negara sudah melakukan hal ini dan kita juga akan melaksanakannya. Tujuannya adalah untuk secepatnya bisa mengetahui tentang kasus positif COVID-19 yang berada di masyarakat,” kata dia. Adapun, layanan pemeriksaan baru RT LAMP Saliva bisa didapatkan di Laboratorium Klinik Kalgen Innolab dengan merk Inno LAMP yang melayani masyarakat umum maupun sebagai rujukan dari fasilitas kesehatan. Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk menangani pendemi ini semaksimal mungkin. Mulai dari sisi kesehatan masyarakat, dampak ekonomi hingga sosial dari pendemi ini. Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady menuturkan inovasi RT LAMP Saliva merupakan salah satu bentuk komitmen pihaknya untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan daya saing industri kesehatan di dalam negeri.

Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membayar alat deteksi COVID-19. “Sejauh ini kami mendapatkan hasil yang sangat menjanjikan dalam metode baru ini dan akan jauh lebih nyaman dan lebih murah,” ungkap Eli seperti dilansir Reuters. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan medis, termasuk tes alergi, dokter akan menentukan diagnosis penyakit yang Anda alami dan memberikan penanganan yang sesuai.

Menurut dia, tes Covid-19 dengan sampel air liur ini tidak perlu peralatan canggih seperti RT-PCR. Pengguna bisa menaruh sampel air liurnya sendiri di tabung yang akan disediakan. Selain itu, kata Djohan, kelebihan tes ini dibanding dengan tes RT-PCR adalah hasil yang didapat bisa lebih cepat, bahkan hanya hitungan jam dan tidak perlu menunggu banyak sampel baru diproses di laboratorium. Artinya pengguna bisa menaruh sampel air liurnya sendiri di tabung yang akan disediakan.

Alat deteksi Covid dari air liur

Direktur Kalbe Farma Sie Djohan menyatakan tes COVID-19 dengan sampel saliva ini akurat karena menggunakan teknologi RT-LAMP. Dengan demikian, alat mampu mendeteksi lebih dalam virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Sampai saat ini, masih belum ada sebuah aturan tertentu yang tidak memperbolehkan seseorang melakukan tes saliva. Selama dilakukan oleh orang yang sudah bisa meludah, maka tes ini dijamin aman.

Menurut Bambang, RT LAMP Saliva bisa menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pengujian Covid-19. Sebab, hasil tes bisa diketahui dalam satu setengah jam sejak pengambilan sampel. Seperti diketahui, RT Lamp Saliva, alat tes untuk mendeteksi Covid-19 dengan air liur memiliki sensitivitas hingga ninety four persen dan spesifitas mencapai 98 persen. Sebai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini disebutkan jauh lebih baik dibandingkan fast antigen yang mendeteksi protein virus. Penulis penelitian juga melaporkan bahwa pengujian berbasis air liur telah menunjukkan akurasi ninety nine persen dalam mengidentifikasi kasus negatif untuk COVID-19, dengan proses yang jauh lebih nyaman.

“Ini merupakan kaedah pengambilan sampel yang aman dan tidak invasif dibanding persampelan kaedahnasopharyngealdanoropharyngeal swabyaitu melalui hidung dan mulut,” ujar CEO Alif Masyhur Sdn Bhd, Datuk Mazlan Sabli di Putrajaya, Kamis (4/3). “Para pasien, pada prinsipnya, terisolasi untuk menunggu hasil tetapi ini mungkin tidak patuh. Memberikan hasil dengan cepat memungkinkan kita untuk dengan cepat mendeteksi positif COVID-19 dan segera menindaklanjuti pasien dalam isolasi atau karantina.” Dr Gaetan Burgio, dari John Curtin School of Medical Research, Universitas Nasional Australia, mengatakan seberapa cepat hasil tes coronavirus keluar, “tergantung pada teknologi , reagen yang tersedia, jumlah teknisi dan protokol untuk melakukan tes.

Sebagai informasi, aplikasi pengerjaan di laboratorium menggunakan metode molekuler dengan peralatan yang lebih simpel, sehingga pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat, ekonomis dan praktis. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan tengah memperluas kapasitas untuk tes COVID-19. Ia menyinggung soal kemungkinan RI menggunakan tes COVID-19 berbasis saliva atau air liur. Pada kondisi tertentu, dokter juga akan menyarankan pemeriksaan antibodi untuk memantau kadar jumlah antibodi terhadap virus atau bakteri.