Genose mendeteksi covid

Alat Tes Lewat Air Liur Rt Lamp Saliva Mampu Deteksi Varian Baru Covid

RT LAMP Saliva ini sendiri harapannya bisa membuat masyarakat mau untuk diperiksa, nyaman, praktis, cepat dan ekonomis, selain tentunya tingkat akurasi tinggi,” jelas Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro, Kamis, (25/03) secara daring. Perkembangan Covid 19 semakin meningkat dan hal ini membuat pemerintah menjalankan rencana penggantian metode tes PCR dari swab ke saliva. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, bahwa terdapat perbedaan diantara saliva test, Rapid dan PCR dengan tujuan yang sama. “Cara pengambilan sampelnya juga mudah, hanya menaruh air liur di wadah yang disediakan. Dengan begitu, tes ini bisa dikatakan sangat nyaman dan praktis,” ujarnya. Sama dengan RT-PCR, metode RT-LAMP juga membutuhkan sampel lendir yang diambil dari pangkal hidung dan pangkal tenggorokan pasien atau yang dikenal dengan swab check.

Bagi kalangan tertentu, harga tersebut mungkin bisa menjadi suatu pertimbangan yang cukup penting. Hal tersebut tentu berbeda jauh dengan alat tes yang lainnya, mungkin bisa menimbulkan batuk maupun bersin – bersin pada saat alat tes dimasukkan ke dalam tenggorokan atau pun rongga hidung. “Semakin banyak testing, juga semakin banyak bisa mengidentifikasi orang yang positif. Dan begitu positif tentunya harus dilakukan tracing maupun therapy baik dalam bentuk isolasi mandiri ataupun dalam perawatan di rumah sakit,” kata Bambang.

Alat deteksi Covid dari air liur

Menurut dia, kehadiran ini akan sangat mempermudah seluruh pihak untuk mendeteksi Covid-19 di dalam negeri. Metode swab yang diberikan melalui hidung dan air liur memiliki hasil yang sesuai ninety seven,7 persen, dengan sensitivitas 94,1 persen. “Tes Nucleic Acid Amplification COVID-19 Daftar Slot Online Terpercaya 2021 menjawab kebutuhan tes deteksi virus corona yang nyaman, cepat, dan tentunya akurat. Hasil pengembangan R&D Kalbe, yaitu SCI, akan diproduksi di dalam negeri oleh PT KalGen DNA,” kata Akterono. PT Kalbe Farma meluncurkan alat tes Covid-19 yang metodenya menggunakan air liur atau metode Sampel Saliva.

Diharapkan dengan adanya alat tes diagnostik COVID-19 berbasis air liur tersebut dapat mempermudah pelaksanaan tes karena tidak meninggalkan rasa sakit serta dapat meningkatkan upaya deteksi COVID-19 di tengah masyarakat. Pada performa klinisnya, alat tes itu memiliki sensitivitas sebesar 94 persen dan spesifisitas sebesar 98 persen. Hasil itu diperoleh setelah diuji terhadap pasangan sampel air liur dan swab nasofaring dari individu terduga COVID-19 baik asimtomatik maupun simptomatik. Sebuah studi in-house yang telah melakukan percobaan menggunakan 200 alat tes air liur ini tidak menunjukkan hasil positif virus corona Covid-19 yang palsu. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jika bisa menciptakan alat tes yang berbasis air liur, maka bisa mengurangi satu tahapan di dalam pengujian yakni ekstraksi RNA. Tetapi pengembangan alat tes cepat COVID-19 tersebut, harus tetap memprioritaskan akurasinya.

Selain itu, di negara lain saliva juga telah menjadi pilihan sebagai sumber spesimen yang diperlukan dalam tes deteksi SARS-CoV-2, salah satunya di Amerika Serikat melalui persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat. Pengerjaan tes dengan RT-PCR cukup panjang dan kompleks yang membutuhkan laboratorium dan mesin khusus, serta durasi tes bisa sekitar 2-3 hari dan harga yang dibanderol untuk tes itu relatif mahal. RT LAMP Saliva merupakan hasil pengembangan dalam negeri unit riset dan pengembangan PT Kalbe Farma yaitu Stem CelI and Cancer Institute dan telah melalui uji performa analitik dan klinis di dalam negeri. Kesuksesan mengendalikan COVID-19 juga tergantung pada kecepatan melakukan tes COVID-19 untuk mengidentifikasi kasus-kasus positif sehingga ketika kasus terinfeksi COVID-19 ditemukan maka dapat segera diberikan intervensi kesehatan yang tepat dan cepat. Jakarta – Alat tes diagnostik COVID-19 menjadi suatu kebutuhan dalam penanganan COVID-19 sehingga pemerintah Indonesia terus mendukung anak-anak bangsa untuk mengembangkan dan melahirkan karya inovasi tersebut.

Selain hasilnya bisa diketahui lebih cepat, alat tersebut memiliki keunggulan lain dibandingkan dengan tes PCR yakni lebih mudah dan harganya jauh lebih murah. Pusat Medis Sheba mengatakan, dalam uji klinis awal yang melibatkan ratusan pasien, perangkat berbasis kecerdasan buatan yang baru mengidentifikasi bukti virus di dalam tubuh dengan tingkat keberhasilan 95 persen. Sampel air liur ini dipakai untuk menguatkan 3T yang berperan sebagai fondasi penanganan Covid-19. Tak melewati tahap ekstraksi namun tahapan ini diganti dengan penambahan enzim yang telah dipanaskan.

Penggunaan air liur atau ludah dalam tes Covid-19 juga dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Spanyol, Thailand, Jepang dan Malaysia. Akan tetapi, meskipun sudah mendapatkan izin sebagai package pemeriksaan yang diakui hasilnya, tetapi tes ini belum menjadi kualifikasi syarat perjalanan. Selain itu, RT LAMP Saliva dianggap memiliki performa akurasi yang tinggi, dengan sensitivitas mencapai ninety four persen dan spesifisitas 98 persen. Dapatkan informasi seputar virus corona dan pencegahannya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

Mengingat pentingnya peran testing, keberadaan Polymerase Chain Reaction yang selama ini mendominasi pemeriksaan menjadi sangat penting. Sehingga pihaknya merasa perlu untuk mencari alternatif testing dengan metode lain yang lebih terjangkau. “Semakin banyaktestingmaka kita juga semakin banyak bisa mengidentifikasi orang yang positif, dan begitu positif tentunya harus dilakukantracing maupuntreatment baik dalam bentuk isolasi mandiri ataupun dalam perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Tes saliva dilakukan dengan meludah ke dalam satu tube yang sudah disterilkan sebelumnya. Hal ini jelas tidak menimbulkan rasa sakit pada tenggorokan atau hidung, tidak berisiko muntah, dan mengurangi risiko hipersensitif. Tes antibodi juga memiliki manfaat lain, yaitu untuk mendiagnosis myeloma, yaitu suatu kondisi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak limfosit, sehingga jumlah antibodi tidak normal. Pemeriksaan antibodi IgA juga biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis gangguan pada sistem imunitas, misalnya penyakit celiac. Antibodi IgA merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan di dalam tubuh dan terlibat dalam proses terjadinya reaksi alergi.