LIP 1

3 Wirausahawan Sukses Dan Inspiratif

Masyarakat akan tergerak untuk mencari tahu suggestions dan trik sukses berwiraswasta kemudian belajar menjadi pribadi yang tangguh dan ulet dalam membangun usaha. Dosen yang juga seorang sastrawan itu menambahkan, banyak unsur yang memengaruhi seorang pengarang. Dalam aspek sosiologis, unsur yang memengaruhinya mulai dari pengaruh keluarga, sekolah, masyarakat, budaya, dan agama.

Mencoba menerapkan jiwa bisnis dalam kehidupa harian

Manusia sebagai makhluk yang unik, memiliki karakteristik masing-masing, kemampuan yang berbeda, serta kebutuhan yang berbeda pula. Maka bukanlah hal yang mengejutkan jika ada sekelompok siswa yang tidak cocok dengan sistem pendidikan formal. Jika siswa tidak dapat mengikuti pendidikan formal di sekolah karena alasan tertentu, ia berhak untuk memilih pendidikan alternatif lain yang dapat memenuhi Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 haknya sebagai warga negara untuk belajar, karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, dalam bentuk apapun. Dengan demikian, kajian psikologis dalam pengembangan kurikulum seyogyanya memperhatikan keunikan yang dimiliki oleh setiap individu, baik ditinjau dari segi tingkat kecerdasan, kemampuan, sikap, motivasi, perasaaan serta karakterisktik-karakteristik individu lainnya.

Seseorang pernah berkata Kejujuran tanpa kebijaksanaan adalah kekejaman.” Lebih sering daripada tidak, kita menyakiti orang lain dengan kebenaran karena kita mengatakanya dengan cara yang salah. Tanyakan kepada diri sendiri apakah kata-kata yang dipilih sensitif, akurat dan dapat diucapkan dari tempat yang penuh cinta. Dirimu selalu bisa benar tentang apa yang dirimu katakan, tetapi salah dalam caramu mengatakannya. Jadi pikirkan dua kali, mungkin bahkan tiga kali sebelum dirimu memberi tahu orang itu kebenaran yang berisiko. Kejujuran memiliki konsekuensinya, tetapi selalu lebih baik berbuat salah di sisi kebaikan.

Keberanian dan kepercayaan diri dapat dibangun dengan membiarkan anak berekplorasi dan belajar dari kesalahannya. Tanamkan nilai-nilai moral sejak kecil dan ajak anak melakukan apa yang diyakininya sebagai sesuatu yang benar. Misalnya membela teman yang diejek, berani menegur teman yang membuang sampah sembarangan. Selain itu bisa juga dengan mengajak anak dengan mengikuti arena permainan yang mengasah keberanian anak sejak usia dini. Kalau menghadapi masalah jangan langsung dibantu, beri kepercayaan dan dukungan bahwa ia mampu menghadapi masalahnya sendiri. Biasakan pula anak tidak selalu memilih jalan pintas, misalnya kalau ingin nilai bagus harus belajar bukan mencontek.

Bayang-bayang kehidupan masyarakat dalam masa Orde Baru dengan berbagai benturan kepentingan dan kebutuhan itulah yang kemudian memunculkan Era Reformasi, yang ditandai oleh “lengsernya” Soeharto dari jabatannya selaku Presiden Republik Indonesia setelah berkuasa selama 32 tahun. Berbagai bentuk perilaku tampak mencerminkan kondisi dan situasi yang dimiliki masing-masing, baik sebagai individu maupun kelompok, yang semula ditekan kuat-kuat agar tidak muncul ke permukaan dan tidak menimbulkan konflik terutama bagi mereka yang berbeda pendapat. Demonstrasi, pembentukan partai-partai baru, penjarahan, perkosaan, doa bersama, tuding menuding, menghujat dan dihujat mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.