Genose mendeteksi covid

Mengenal Genose, Alat Deteksi Covid

Karena itulah, sampai saat ini diagnosis infeksi virus corona masih mengandalkan tes PCR. Hasil tes PCR masih dianggap paling akurat untuk mendeteksi virus Sars-Cov-2–penyebab penyakit COVID-19–dalam tubuh. Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada siap meluncurkan alat pendeteksi virus corona yang dinamakan GeNose. Sebelumnya, GeNose sudah melakukan serangkaian uji klinik di sejumlah rumah sakit dan hasilnya sangat memuaskan. Deteksi awal dengan hembusan napas ini diminati karena dirasa lebih nyaman dibanding tes fast antigen yang mengambil cairan dari hidung. Satgas Covid-19 meresmikan bahwa bagi siapapun yang ingin melakukan perjalanan dalam negeri, menyertakan hasil tes Covid-19 yang menggunakan alat GeNose bisa jadi alternatif selain RT-PCR dan rapid antigen.

Deteksi covid Genose

PT KAI berencana membeli alat deteksi Covid-19 GeNose C-19 buatan UGM Yogyakarta. Kuwat juga menjelaskan bahwa nantinya biaya tes dengan GeNose C19 hanya sekitar Rp15-25 ribu. Selain lebih murah, alat ini juga mengeluarkan hasil tes hanya dalam waktu 2 menit, tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lain, dan lebih nyaman. Ilmuwan Universitas Gadjah Mada mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi COVID-19 dengan cepat lewat alat bernama GeNose.

Ia mengatakan bahwa pelaku perjalanan yang akan menjadi prioritas mendapatkan tes GeNose C19, yakni mereka yang dianggap rentan terpapar Covid-19, seperti anak-anak atau pun orang lanjut usia. Sedangkan, Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menambahkan alat tes Corona, GeNose kebanjiran order. Di mana order yang sudah diterima, dijelaskannya melebihi kapasitas produksi. Sementara itu Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Ristek/BRIN Ali Ghufron Mukti mengungkapkan bahwa alat deteksi Corona GeNose dijual Rp62 juta. “Jadi uji diagnostik ini kita menguji mesin dengan kondisi otaknya yang sekarang untuk bisa atau tidak secara akurat mendeteksi pasien COVID-19 dan uji nya itu dibandingkan kemampuannya dengan PCR,” paparnya.

Caranya, Ia menghembuskan nafas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang disiapkan. Setelah itu, kantong plastik berisi nafas Ganjar itu dimasukkan ke alat GeNose C19 yang terkoneksi dengan laptop computer. Dalam hitungan tiga menit saja, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif. Sampel swab yang diteteskan pada CePAD akan mengalir menuju antibodi Covid-19 yang sudah terikat dengan nanopartikel emas yang tertanam pada perangkat itu.

Penumpang yang akan naik kereta dan pesawat wajib memiliki hasil skrining Covid-19 negatif. Tim Peneliti dan Pengembangan GeNose C19 dari Universitas Gadjah Mada memperbarui Daftar Slot Online Terpercaya 2021 kecerdasan buatan di dalam alat deteksi Covid-19 itu. Hal ini dilakukan agar GeNose mampu mendeteksi varian baru virus corona yang muncul belakangan ini.

Nantinya hembusan nafas tersebut yang dilakukan di dalam kantong khusus akan diidentifikasi melalui sensor-sensor dan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial. Mulai 5 Februari 2021, KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik kereta api jarak jauh. Sebelum menggunakan layanan tersebut, terdapat syarat-syarat yang perlu pelanggan ketahui agar hasilnya akurat. Dari hasil tes yang dilakukan, GeNose lanjut Ganjar dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing COVID-19. Cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit. Tiba di pabrik GeNose yang terletak di UGM Science Technopark, Yogyakarta sekitar pukul 12.30 WIB, Ganjar langsung menjajal alat tersebut.

Calon penumpang tidak diperbolehkan naik kereta api jika hasil pemeriksaan GeNose C19 positif. Pemerintah mendorong penggunaan alat deteksi Covid-19 “GeNose” di simpul-simpul transportasi umum seperti di Stasiun Kereta Api, Bandara, Pelabuhan dan Terminal. Sebagai menteri riset, Bambang bertekad Indonesia harus memiliki kemandirian dalam melakukan monitoring tersebut, terutama upaya skrining.

Selain mengklaim cepat dalam melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan tes usap PCR yaitu sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu untuk sekali pemeriksaan. GeNose mendeteksi virus melalui embusan napas yang di simpan di dalam kantung udara. Kemudian kantung udara tersebut dihubungkan ke alat GeNose yang sudah didukung Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan . Hasil perbandingan tes dari GeNose dan PCR juga 93 persen ada kecocokan. Artinya, hasil tes yang dikeluarkan GeNose punya tingkat akurasi yang nyaris sama dengan hasil tes PCR dalam mendeteksi corona.