Genose mendeteksi covid

Dapat Izin Edar Kemenkes, Ini Fakta Baru Genose C19 Alat Deteksi Covid

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium Randy H. Teguh menerangkan pengujian umumnya dilakukan bertahap, dengan populasi yang kecil menjadi lebih besar. Salah satu yang diuji dari alat diagnosis adalah kekhususan dan sensitivitasnya. Dalam konteks ini, alat tes yang diuji harus mampu mendeteksi virus Sars Cov-2 secara spesifik, tidak boleh reaktif terhadap virus Corona jenis lain.

Tetapi, uji RT-PCR masih membutuhkan peralatan canggih dan biaya yang tidak sedikit. Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona. Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.

Menurut pihak Abbot Laboratories, penggunaan alat tes itu secara umum belum sepenuhnya disetujui oleh FDA, dan hanya diizinkan untuk penggunaan darurat oleh laboratorium dan penyedia layanan kesehatan yang disetujui. Daftar Slot Online Terpercaya 2021 “Tentunya sebagai kementerian yang bertanggung jawab terhadap perkembangan riset dan inovasi di Indonesia. Kemenristek/BRIN siap mendukung penuh pelaksanaan uji klinis tahap kedua, termasuk dukungan pembiayaan.

Alat baru untuk deteksi covid

Sementara pengujian yang selama ini dilakukan adalah menggunakan metode PCR (Polymerase Chain-Reaction), metode ini membutuhkan waktu lebih lama, yakni 3 sampai four jam sampai hasilnya keluar. Karena selain hasilnya akurat, keluar dengan cepat, metodenya tidak sakit. Dengan begitu, orang-orang tidak usah takut ketika akan tes, bahkan memaksakan diri untuk memalsukan kertas hasil fast atau swab.

Bagi perusahaan yang membutuhkan GeNose ini, bisa dibeli secara eceran dengan harga tertinggi Rp62 juta. Pengguna perlu tahu, disarankan sebelum menggunakan GeNose ini, seseorang tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan beraroma keras seperti jengkol, durian, hingga kopi. Hal ini dikarenakan, dapat mempengaruhi hasil tes pemeriksaan dan berujung tidak akan akurat.

Liputan6.com, Jakarta Universitas Gadjah Mada memperkenalkan inovasi alat pendeteksi Covid-19, GeNose, yang merupakan hasil kolaborasi tim ahli lintas bidang ilmu di UGM. Alat ini dapat mendeteksi Covid-19 dari embusan napas, terintegrasi dengan perangkat berbasis artifisial . JAKARTA, KOMPAS — Dua hasil inovasi dalam negeri, yakni GeNose dan CePAD, bisa mendeteksi Covid-19 dengan akurasi tinggi dan hasil lebih cepat. Dua alat tersebut telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan dan akan digunakan untuk penyaringan atau deteksi cepat Covid-19, bukan menjadi pengganti diagnosis dengan tes usap reaksi rantai polimerase atau PCR.

Pakar penyakit menular dari layanan kesehatan Amesterdam Mariken van der Lubben mengatakan setelah berbulan-bulan uji coba, otoritas kesehatan Belanda menemukan SpiroNose dapat diandalkan untuk deteksi hasil tes negatif. Alat ini pun diklaim memiliki akurasi yang tinggi dengan harga lebih terjangkau dari polymerase chain response . Satu unit GeNose diperkirakan seharga Rp 40 juta dan dapat digunakan untuk one hundred ribu pemeriksaan. Alat deteksi virus Corona COVID-19 GeNose telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan sudah bisa diproduksi.

Setelah pengujian itu, otak mesin tersebut telah dikunci untuk mendeteksi senyawa yang berbahaya khususnya COVID-19. Berdasarkan penelusuran Suara.com, terdapat beberapa fakta GeNose C19 yang menarik, mulai dari cara kerja, fungsi hingga tarifnya. ”Memang prosedurnya seperti itu, setiap sampel yang masuk akan dikirim ke Balitbangkes untuk diuji,” katanya.