Genose mendeteksi covid

5 Fakta Rt Lamp, Tes Covid

Kalgen Innolab memiliki rangkaian lengkap untuk pemeriksaan laboratorium, baik Patologi Klinik, Patologi Anatomi dan Molekular. Sebagai pionir di pemeriksaan molekuler khususnya untuk onkologi, Kalgen Innolab selalu berupaya berinovasi dan menerapkan platform teknologi mutakhir untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Meskipun sampel saliva test Covid-19 diambil di laboratorium, tetap tidak akan beresiko menularkan. Pasien cukup meludah ke kontainer yang telah disediakan dengan suhu ruang yang stabil. Hasil tes ini juga dapat digunakan untuk syarat perjalanan dengan dikoordinasikan terhadap pihak terkait terlebih dahulu.

ITB mengembangkan metode SPR-nya, dan Unpad mengembangkan biosensornya, yakni molekul yang bisa menangkap virusnya,” imbuhnya. Yusuf menjelaskan, perbedaan fast test 2.0 dengan fast test yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi. Saat ini, formulasi dan uji CePAD di skala laboratorium terhadap protein virus sudah menunjukkan hasil yang baik, jadi bisa dilanjutkan ke validasi di lapangan” kata Yusuf, Kamis (18/6/20). Koordinator Peneliti Rapid Test COVID-19 Unpad dari Fakultas MIPA, Muhammad Yusuf mengatakan, validasi ke sampel virus dilakukan setelah kedua alat tersebut tervalidasi di laboratorium. “SPR ini dikembangkan sebagai metode alternatif (pendeteksi COVID-19) yang diharapkan memiliki akurasi yang baik setara dengan PCR. ITB mengembangkan metode SPR-nya, dan Unpad mengembangkan biosensornya, yakni molekul yang bisa menangkap virusnya,” katanya. Oleh karena itu, Jubir Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, jika saat speedy test ditemukan gejala COVID-19, maka tetap harus dilakukan konfirmasi dengan menggunakan PCR.

Alat deteksi Covid dari air liur

Menurut Bambang, inovasi sangat menjanjikan dalam upaya peningkatan deteksi covid-19 di Tanah Air. Selain itu, penggunaan air liur atau saliva akan mempermudah pengambilan sampel. Perusahaan farmasi Kalbe Farma meluncurkan alat deteksi covid-19 dengan sampel air liur. KOMPAS.TV – Menteri Riset dan Teknologi atau Menristek sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyampaikan alat deteksi corona dengan menggunakan sampel air liur resmi dipakai.

Meski jumlah ketersediaan laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 sudah mencapai 721 laboratorium, sebarannya belum merata di wilayah kabupaten/kota di Indonesia. Kecepatan tes diagnostik menjadi kunci dari penanganan pandemi Covid-19 agar tidak cepat meluas penularannya. Selain itu, berbagai penelitian oleh To, K.K., dkk tentang uji saliva juga mengungkapkan bahwa jumlah virus dalam air liur berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit. Jumlah virus dalam air liur juga menurun setelah pengobatan, meskipun perbedaan tersebut tidak begitu diperhatikan secara statistik karena ukuran sampel yang kecil. Sebagai tambahan, virus korona masih dapat dideteksi dalam air liur salama 20 hari atau lebih setelah prognosis awal.

Sehingga tidak perlu menggunakan tenaga ahli untuk mengambil sampel seperti tes dengan RT-PCR. Dalam prosesnya, pasien diminta untuk membilas mulut atau berkumur dengan larutan garam dan kemudian meludah ke dalam sebuah tabung kecil. Selanjutnya sampel Judi Online air liur tersebut diperiksa dengan perangkat spektral kecil yang bekerja secara sederhana yakni menyinari spesimen dan menganalisis reaksinya. Selanjutnya sampel air liur tersebut diperiksa dengan perangkat spektral kecil yang bekerja secara sederhana.

Namun, begitu tes cepat dengan PCR dan antibodi ini dibentuk, hasilnya bisa siap dalam waktu kurang dari satu jam, katanya. Hasil swab atau usapan tenggorokan akan digunakan untuk pengujian dengan cara Polymerase Chain Reaction, atau dikenal denganPCR, sedangkan sampel darah akan digunakan untuk tes antibodi penyakit baru, yang dikenal sebagai COVID-19. Di beberapa negara yang telah lebih dahulu melakukan tes ini, seperti Amerika Serikat, petugas kesehatan akan menggunakan cotton bud panjang untuk menyeka bagian belakang tenggorokan dan kemudian mengirim sampel itu untuk pengujian. Jika Anda berada di negara yang telah mengembangkan tes antibodi, seperti Cina, Anda mungkin akan diambil darahnya. Alat diagnostik COVID-19 itu dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2 penyebab COVID-19.

Mengacu pada hasil studi yang sudah dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine, tes dengan menggunakan sampel air liur ini rupanya memiliki akurasi hingga mencapai eighty three persen. Akurasi angka ini ternyata tidak jauh berbeda jika dibandingan dengan tes melalui usapan hidung maupun tenggorokan dengan nilai akurasi sekitar eighty five persen. Menteri Riset dan Teknologi , Bambang Brodjonegoro mengapresiasi bagi PT Kalbe Farma Tbk atas inovasinya menciptakan alat deteksi untuk tes COVID-19dengan sampel air liur atau saliva. Dengan SalivaDirect, deteksi virus menjadi lebih cepat dan mudah karena hilangnya langkah ekstrasi RNA menjadi DNA yang harus dilakukan pada metodeswab test. Selain itu, biaya yang ditawarkan untuk melakukan tes ini juga terjangkau, yakni kurang dari USD10 atau sekitar Rp150.000,00.

Kemudian, kedua sampel tersebut diperiksa dengan RT- qPCR. RNA SARS CoV-2 dideteksi pada spesimen air ludah dari 13 Orang yang tidak bergejala sebelum atau saat pengambilan sampel. Dari thirteen orang yang positif tersebut, 9 orang memiliki kecocokan dengan hasil swab. Sedangkan 7 orang lainnya negatif Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Teshima dkk., sampel swab nasofaring dapat mendeteksi SARS-CoV 2 sebesar 77-93%. Sedangkan sampel air ludah dapat mendeteksi SARS CoV-2 sebesar 88-93% subjek. Lebih lanjut, Henry juga mengatakan bahwa bagi fasilitas kesehatan, metode ini memberikan keuntungan tambahan dalam hal pengelolaan sampel. Untuk pengambilan sampel hanya dibutuhkan kontainer steril dan tidak diperlukan tenaga kesehatan dengan pelatihan khusus swab.